jump to navigation

Tradisi sadranan menjelang ramadhan 2009/10/08

Posted by M4ZM4N in Tradisional not conservative.
trackback

Sadranan atau dari bahasa aslinya SHODRANyang artinya “keluar” .Sadranan biasa di rayakan pada bulan Ruwah/arwah atau bulan sya’ban menjelang bulan ramadhan. Karena di bulan sya’ban tersebut semua arwah di angkat oleh Allah SWT guna menyambut bualan ramadhan****** .SHODRAN sendiri berarti keluar atau diangkat ,didalam bulan jawa dinamakan bulan Arwah atau Ruwah maka dari itu di beberapa wilayah di jawa merayakan tradisi tersebut menjelang bulan suci ramadhan . Di bulan ramadhan semua arwah di bebaskan dari siksa kubur.
Dengan begitu tradisi sadranan dimaksudkan untuk mendoakan dan bersekah memohon kepada Allah SWT agar para arwah mendapat ampunanNya setelah bulan ramadhan selesai dan agar dapat dibebaskan dari siksa kubur sampai hari kiamat.

Banyak kalangan mungkin tidak tahu tentang makna dari sadranan itu sendiri sehingga seiring berkembangnya zaman tradisi sadranan mulai terpinggirkan maknanya sampai-sampai ada yang menganggap hal yang sia-sia dan di tinggalkan, Parahnya lagi kiai kiai karbitan tidak dapat menjelaskan secara jelas dan benar tentang tradisi tersebut,kiai kiai panggung yang sudah tidak “ROHMATALLIL’ALAMIN” juga turut serta menggeser kepercayaan masyarakat terhadap ulama,sehingga reputasi ulama menjadi kian memburuk,dan pada akhirnya perilaku religius menjadi serba instan dan berbahaya jika sudah menjadi tren.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: